Panen Jagung Tak Bisa Penuhi Stok, Peternak Minta Impor Lagi

Alhasil, tak akan ada stok yang bisa disimpan saat musim tanam jagung. Oleh sebab itu impor diharapkan menjadi solusi menutup pasokan saat musim tanam.

"Prediksi kalau nggak impor bakal gini lagi (pasokan kurang). Produksi kita sih banyak, tapi pemakaiannya juga banyak," kata dia kepada detikFinance, Rabu (23/1/2019).

"Kalau kita nggak ada buffer stock (cadangan), harus impor. Jadi dikendalikan oleh Bulog harus model kaya beras," sambung dia.

Leopold menambahkan langkah pemerintah meminta Bulog agar bisa menyerap jagung di waktu panen sudah tepat, cuma ia tak yakin Bulog bisa menyerap maksimal.

"Betul (langkah pemerintah meminta Bulog serap jagung). Tapi jagung habis lah panen ini, habis duluan karena kan belum siap," tutur dia.

Sementara itu, pemerintah sendiri untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri telah mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton di akhir tahun 2018. Kemudian melakukan tambahan sebanyak 30 ribu ton lagi di awal tahun 2019.

Sumber: finance.detik.com

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.