Impor 100.000 Ton Jagung di Akhir 2018, Mentan: untuk Peternak

Dikatakan oleh Amran, target saat ini adalah membalik sejarah dari impor 3,5 juta ton menjadi ekspor. Kalau tahun 2018 bisa ekspor sebanyak 380 ribu ton jagung, kata Amran, mudah-mudahan tahun ini bisa 500 ribu ton gang akan dilakukan dalam satu atau dua bulan ke depan.

"Yang terpenting adalah dulunya kita impor 3,5 juta ton dari Amerika dan Argentina, hari ini kita sudah tunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa ekspor, membalik impor menjadi ekspor," kata Amran.

Sekarang, lanjut Amran, bagaimana ke depan bisa meningkatkan lagi ekspor jagung ke depan. Jagung yang akan diekspor, termasuk hasil panen dari Lamongan dan juga dari Gorontalo dimana Gubernur Gorontalo menjanjikan akan ekspor sebanyak 150.000 ton.

"Ada kemarin masalah yang harus diketahui publik dan ini harus clear. Kenapa kemarin kita impor 100 ribu ton, padahal kita ekspor 380 ribu ton," tandasnya. Memasuki panen raya, lanjut Amran, pihaknya juga sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat harga jagung yang juga masih stabil antara Rp. 3400 sampai Rp 3.600. Untuk mengantisipasi turunnya harga, Amran juga mengajak Bulog untuk menyerap.

"Dan itu perintah bapak Presiden, jangan biarkan petani merugi, tetapi peternaknya juga merasa untung. Itu kesepakatan kita dalam rapat," tegasnya.

Dalam kesempatan panen raya jagung di Lamongan ini, Amran juga berkesempatan mempertemukan peternak dari sejumlah daerah yang merasa kekurangan stok jagung dengan petani jagung dari Lamongan. Di hadapan petani dan peternak dari Blitar, Amran mempertemukan mereka dengan langsung membuat surat kesepakatan dengan Bulog sebagai perantara.

Turut hadir dalam kesempatan panen raya jagung ini, selain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, turut hadir pula Aster Korem, dan anggota Komisi VII DPR RI, Viva Yoga Mauladi. Dari Lamongan, hadir Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati bersama jajaran Forkompinda Lamongan.

Source: news.detik.com

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.