• Header 1
  • Header 2
  • Header 3
  • Header 4

Indonesia to bring in 200k cattle in Q1

[06 January 2016] The Indonesian government is preparing to import cattle in the first quarter of 2016 in an effort to keep inflation within its 3-5% target, according to Darmin Nasution, Coordinating Minister for Economic Affairs. The government has decided on a quota of 600,000 head of cattle, or 238,000 tonnes of beef, Mr Darmin said. “The plan is to bring in 200,000 head in Q1 and 150,000 in Q2. For the third and fourth quarters, import will depend on developments in the previous quarters,” he explained. Indonesia’s annual beef consumption stands at about 675,000 tonnes, while local farmers can only produce 416,000 tonnes of beef.

source: http://www.asian-agribiz.com/

Indonesia markets fisheries products to US

The US has become a large potential market for Indonesia’s fisheries products, especially frozen prawns. As of October, Indonesia had exported 87.33 million kilograms of the product worth US$827.26 million to the country, an official has said.

“Frozen prawns are one of the important foreign exchange sources for Indonesia,” the Maritime Affairs and Fisheries Ministry’s fishery product safety and certification center head, Widodo Sumiyanto, told The Jakarta Post on Thursday.

Jawab Kendala Peternak Dengan Pabrik Pakan

PEMERINTAH Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultia), tengah membangun pabrik pakan ternak untuk mendukung usaha peternakan unggas di daerah tersebut. "Saat ini kami sedang membangun pabrik pakan ternak skala menengah. Harapan kami pada tahun ini sudah bisa beroperasi," ujar Kepala Dinas Pertanian Kendari, Zainal Arifin. Menurutnya, pembangunan pabrik tersebut merupakan jawaban atas kendala para peternak yang menyesalkan harga pakan yang relatif mahal karena didatangkan dari luar daerah.

Susi Siapkan Rp 3,73 Triliun untuk Infrastruktur Perikanan

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan dana Rp 3,73 triliun untuk membangun sarana dan prasarana di sektor perikanan, sehingga konektivitas sektor perikanan antarpulau di Indonesia bisa terealisasi. Alokasi tersebut juga diharapkan sebagai stimulus atau pemancing agar investor swasta bisa lebih banyak terlibat dalam pembangunan sektor perikanan di Tanah Air. Dana tersebut bersumber dari anggaran KKP dalam APBN-P 2016 yang mencapai Rp 13,80 triliun.

Bisnis Obat Hewan Masih Optimis

"Untuk bisnis obat hewan ke depan masih optimislah. Walau kondisinya engga tentu, namun masih bisa growth (tumbuh) secara keseluruhan dengan baik," ujarnya mengawali perbincangan. Menurutnya, dalam menyambut tahun MEA 2016 ini, tentu banyak tantangan dalam sektor bisnis sekaligus peluang yang bisa diciptakan. Sejauh ini, kata dia, bisnis obat hewan hanya berputar pada ternak unggas. Padahal segmentasi pasar di sektor peternakan tidak hanya unggas. 

Page 2 of 3

Supported by

  • aini.png
  • ap5i.png
  • apkin.png
  • ardi.png
  • asmd.png
  • asohi.png
  • fmpi.png
  • g7.png
  • gksi.png
  • gopan.png
  • gpmt.png
  • gppu.png
  • himakindo.png
  • himpuli.png
  • ieca.png
  • ispi.png
  • kemendag.png
  • kemenperin.png
  • mai.png
  • pdhi.png
  • pinsar.png
  • world_poultry.png

Media Partners

Official Local Publication

   
   

Supporting Publications

           

 

Contact us

PT Napindo Media Ashatama
Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10, Billy Moon Pondok Kelapa
Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Email: info@indolivestock.com

Exhibition Hours

  • Wed, 4 July 2018
    10.00am - 6.00pm
  • Thu, 5 July 2018
    10.00am - 06.00pm
  • Fri, 6 July 2018
    10.00am - 5.30pm
© 2017 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama