Kementan Dorong Peternakan Bersistem Organik

"Hal ini diperkuat dari data survei 2017 Forschungsinstitut fur Biologischen landbau/Lembaga Riset Pertanian Organik dan Organisasi Organik Internasional yang menyebutkan pemasaran pangan organik secara global tahun 2015 diestimasikan telah mencapai sekitar €75 juta," jelas Fini dalam keterangan resminya, Selasa (12/3/2019).

Menurut data yang diperoleh Kementan ada sekitar 179 Negara di dunia yang berkecimpung dalam kegiatan organik. Adapun, 3 negara produsen organik tertinggi, berturut-turut adalah India (585.000 unit), Ethiopia (203.602 unit), dan Mexico (200.039 unit), sedangkan konsumen organik terbesar adalah Amerika Serikat,Jerman, dan Prancis (€5,5 ).

"[Melihat data tersebut] peluang pasar komoditas organik di dunia masih sangat luas dan Indonesia harus berupaya secara maksimal untuk dapat menciptakan produk pertanian khususnya peternakan organik," lanjutnya.

Dia mengatakan saat ini keberadaan produk organik lebih sering dijumpai di ritel modern. Pasalnya, proses produksi cara budi daya organik dilakukan secara khusus, bebas bahan kimia, obat-obatan dan hormon sehingga produk tersebut bebas dari zat yang membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu produk organik menjadi produk premium yang memiliki harga lebih tinggi daripada komoditas biasa.

Dia menambahkan, pihaknya  bertujuan tumbuh dunia usaha produk organik yang mampu menghasilkan produk dengan memiliki jaminan atas integritas sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Permentan Nomor 64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik.

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.