• Header 1
  • Header 2
  • Header 3
  • Header 4

Indonesia Akhirnya Berhasil Pijahkan Tuna Sirip Kuning

Jakarta – Untuk kali pertama, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sukses melakukan pemijahan ikan tuna sirip kuning (yellow fin) di luar habitat. Keberhasilan dalam pemijahan ikan yang memiliki nama ilmiah Thunnus albacares ini pun menjadi sejarah baru bagi sektor kelautan dan perikanan nasional. Karena Indonesia menjadi negara pertama yang membudidayakan ikan pelagis ini dari mulai tahap pemijahan.

"Ini prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi langkah nyata kita dalam mendukung kebijakan pembangunan perikanan yang berkelanjutan (sustainable fisheries development), sehingga bisa menjamin kelangsungan hidup ikan tuna serta bisnisnya,” jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan KP Achmad Poernomo di Jakarta, dikutip dari keterangan resmi, Senin (26/1).

Dari hasil pemijahan ikan tuna di KJA, diperkirakan jumlah telur total yang dihasilkan oleh ikan tuna sebanyak 400-500 ribu butir. Nantinya, baby tuna yang dikembangkan di KJA ini bisa dibudidaya masyarakat. “Pemijahan ikan tuna yang dipelihara di KJA ini merupakan pemijahan ikan tuna yang pertama terjadi di Indonesia, sehingga diharapkan nantinya telur hasil pemijahan ini dapat menghasilkan benih yang dapat diaplikasi oleh masyarakat pembudidaya,” ungkap Achmad.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan, pemijahan ikan tuna sirip kuning ini merupakan buah dari hasil kerja keras dari UPT Balitbang KP yakni Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol, Bali. Keberhasilan dalam pemijahan ini karena tim peneliti terus melakukan pengkajian teknologi baik kontruksi kolam pemijahan, teknik pengelolaan induk dalam pemijahan , pengelolaan pakan dan air.

Menko Maritim: Ada Enam Syarat Meningkatkan Perikanan Budidaya Indonesia

JAKARTA,KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengatakan adan enam syarat yang harus dipenuhi terkait pengembangan perikanan budidaya. Di mana di tahun 2019 target produksi perikanan budidaya sebesar 31,3 juta ton dengan nilai produksi Rp 356,8 triliun.

"Pengembangan perikanan budidaya itu syaratnya adan enam. Harus ada lokasi, benih, pakan, antivirus, teknologi, dan terakhir itu pemasarannya," jelas Indroyono di Kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2015).

PETERNAKAN AYAM: Pasokan Induk Berlebih, Kementan Sarankan Diekspor

Bisnis.com, TANGERANG— Kementerian Pertanian menilai pemusnahan kelebihan stok induk ayam dengan dimusnahkan bukan cara yang tepat, semestinya diekspor.

“Menurut saya (dimusnahkan) itu cara yang tradisional, yang benar ya diekspor ke luar negeri,” ucap Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Muladno, di Tangerang, Rabu (7/10/2015).

Pada bulan lalu terdapat 12 perusahaan integrasi unggas mengaku siap memusnahkan enam juta induk ayam atau parent stock (PS). Tindakan ini diklaim sebagai bentuk komitmen mengendalikan pasokan ayam dalam negeri.

Pasar Ekspor Telur Tetas Calon Indukan Ayam Tetap Perlu Diperluas

Bisnis.com, TANGERANG—Pemerintah berharap industri perunggasan terus memperlebar pasar ekspornya. Baru-baru ini pebisnis memperluasnya di Asia melalui perdagangan telur tetas induk ayam ke Myanmar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Muladno mengatakan perluasan pasar itu dilakukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Pihaknya berharap ekspor Hetching Eggs (HE) Parent Stock broiler ke Myanmar dapat dilanjutkan dengan penjajakan pasar baru ke negara lain.

“Pengembangan pasar ekspor baru ini bisa mempercepat perkembangan industri perunggasan Indonesia,” ucapnya usai seremoni ekspor perdana HE Parent Stock di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (6/10/2015).

CP Prima Gencar Kembangakan Tambak Udang Vannamei

Bisnis.com, MADURA - Produsen pakan udang PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) berencana mengembangkan program Rumah Tangga Vannamei (RtVe) atau tambak udang vannamei skala rumah tangga di Medan, Aceh, dan Sulawesi dalam waktu dekat.

Program RtVe merupakan budi daya udang vannamei skala rumah tangga dengan luas maksimal 1.000 m2 dan modal terjangkau melalui pola revitalisasi tambak mangkrak alias tidak aktif.

Page 1 of 3

Supported by

  • aini.png
  • ap5i.png
  • apkin.png
  • ardi.png
  • asmd.png
  • asohi.png
  • fmpi.png
  • g7.png
  • gksi.png
  • gopan.png
  • gpmt.png
  • gppu.png
  • himakindo.png
  • himpuli.png
  • ieca.png
  • ispi.png
  • kemendag.png
  • kemenperin.png
  • mai.png
  • pdhi.png
  • pinsar.png
  • world_poultry.png

Media Partners

Official Local Publication

   
   

Supporting Publications

           

 

Contact us

PT Napindo Media Ashatama
Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10, Billy Moon Pondok Kelapa
Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Email: info@indolivestock.com

Exhibition Hours

  • Wed, 4 July 2018
    10.00am - 6.00pm
  • Thu, 5 July 2018
    10.00am - 06.00pm
  • Fri, 6 July 2018
    10.00am - 5.30pm
© 2017 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama