• header-indo-livestock.jpg
  • seminar.jpg
  • visitor.jpg

Indolivestock Expo & Forum 2016: Jaring Peluang Bisnis Peternakan

Jakarta - (TROBOS.COM) Ajang pameran peternakan Indolivestock Expo & Forum 2016 kembali digelar untuk kesebelaskalinya pada 27 - 29 Juli di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Plh (Pelaksana Harian) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Riwantoro, MM.

 Dalam sambutannya Riwantoro mengatakan, penyelenggaraan pameran yang sudah kesebelas kalinya ini menjadi ajang penting. "Dengan sebanyak 570 peserta dari 38 negara merupakan potensi yang luar biasa untuk menjaring bisnis yang tantangannya tidak semakin mudah, tetapi itulah yang harus kita hadapi," tutur Riwantoro.

 Ia menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua untuk berpartisipasi di dalam forum ini yang tentu saja diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dan swasta untuk memodernisasikan dan memanfaatkan teknologi peternakan di Indonesia. Di samping itu tentu saja, ini menjadi indikator unuk melihat berapa jauh kemajuan teknologi di Asia Pasifik, dan hal tersebut tercermin dari pameran ini.

 Menurut Arya Seta Wiriadipoera, Ketua Penyelenggara yang dalam hal ini PT Napindo Media Ashatama, setiap tahun penyelengaraan pameran ini selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, para asosiasi bidang peternakan, dan media peternakan. "Dengan dukungan inilah, animo dari para exhibitor dan pengunjung pun sangat besar," ujar Arya pada acara opening ceremony Indolivestock Expo & Forum 2016 (27/7).

Pameran Indolivestock Expo & Forum tahun ini diikuti oleh 570 peserta dari 38 negara. "Harapannya, pameran dapat terus terselenggara dan terus didukung oleh semua pihak," terangnya. Lebih dari 80 persen seminar produk akan dilaksanakan, dan agenda tetap adalah penganugerahan Indolivestock Industry Award kepada pihak swasta yang berkecimpung di bidang peternakan maupun perunggasan. "Gerakan kampanye gizi juga terus dilakukan, dan tahun ini bekerja sama dengan ibu-ibu PKK. Tujuannya adalah karena turut berperan serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang berkualitas," imbuh Arya.

Sementara itu, Don P Utoyo, Ketua Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia menilai adanya pameran-pameran peternakan seperti ini akan banyak mendorong, menginspirasi untuk kemajuan peternakan di Indonesia. Perkembangan peternakan di Indonesia mulai terasa sejak tahun 1950, kemudian untuk perunggasan mulai berkembang tahun 1972 dengan menyelenggarakan pameran di istana negara. "Dirjen PKH bersama jajarannya dan lembaga lain selalu menyelenggarakan pameran peternakan di berbagai daerah, jadi pameran peternakan ini menjadi perangsang untuk pertumbuhan peternakan di Indonesia," jelasnya.

 Membangun peternakan dan kesehatan hewan bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab para hadirin di sini semua, dan yang harus kita kembangkan pula adalah sinergi antara para stakeholder. "Di sini hadir seluruh komponen peternakan, industri, akademi, peneliti, birokrasi sehingga diharapkan dapat terjalin komunikasi dan tentu saja tidak berakhir di tempat ini saja," tambahnya. yan

sumber: http://www.trobos.com/detail-berita/2016/07/27/57/7766/indolivestock-expo--forum-2016-jaring-peluang-bisnis-peternakan

Incorporating with

  • indodairy.png
  • indofeed.png
  • indofisheries.png

Contact Online

Show Info

Date:   
17 - 19 May 2017

Venue:
Grand City Convex, Surabaya-Indonesia

Visiting hours:    
10.00am - 6.00pm ( 17-18 May 2017)
10.00am - 5.30pm ( 19 May 2017)