Ini Realisasi Impor Indukan Ayam dari 14 Perusahaan

"Tahun ini, target alokasinya sekitar 770.000 ekor, tapi mungkin akan dikurangi [alokasinya]. Belum diputuskan, baru dibahas," ungkapnya, Senin (26/8/2019).

Achmad menjelaskan sejauh ini usulan revisi alokasi impor diharapkan tidak lebih dari 720.000 ekor DOC GPS. Ia mengatakan kuota impor tetap dipatok tumbuh, namun di kisaran 3-4 persen saja demi menjaga iklim usaha perunggasan.

"Usulannya jangan lebih dari 720.000 supaya nanti tetap tumbuh. Kalau tidak tumbuh, ya bagaimana. Jangan terlalu banyak impor," kata Achmad.

Terlepas dari pembahasan tersebut, ia tak bisa memungkiri jika kondisi perunggasan tahun ini berada dalam kondisi yang sulit. Hal ini terlihat dari tren harga unggas hidup siap potong (livebird) di tingkat peternak yang sempat anjlok beberapa waktu lalu. 

Ia mengatakan turunnya konsumsi atau produksi yang berlebih bisa jadi karena dua hal yang mungkin menjadi faktor penyebab hal tersebut.

"Pertama, karena kelebihan produksi DOC. Kedua, penurunan demand yang kita tidak pernah tahu, karena perlambatan ekonomi Indonesia bisa saja. Makanya, kami mencoba mencari solusinya," tuturnya.

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.