Tingkatkan Ekspor Babi, Pemerintah Diminta Benahi Peternakan Dalam Negeri

Dalam hal melihat peluang ekspor, Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali Ketut Hari Suyasa menilai Indonesia cukup tertinggal jika dibandingkan Malaysia. Ia menyebut negara tetangga yang juga didominasi penduduk muslim tersebut telah terlebih dahulu mengembangkan peternakan babi yang berorientasi ekspor.

"Kondisi kita berbeda dengan Malaysia. Mereka sangat serius menggarap pasar ekspor dan sudah dipersiapkan sejak 10 tahun lalu," kata Hari kepada Bisnis, Kamis (22/8/2019).

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Malaysia tercatat telah membuat kawasan khusus peternakan babi dengan biosecurity dan pengolahan limbah yang modern. Perkembangan kawasan itu disebut Hari mendapat dukungan pemerintah dengan menjamin kemudahan akses dan penyediaan infrastruktur.

"Kalau ingin membicarakan pasar ekspor, pertanyaannya apakah kita siap? Persyaratan ekspor tidak mudah. Ada standar kelayakan yang harus dipenuhi seperti tata kelola biosecurity dan pengolahan limbahnya," papar Hari.

Peternakan babi dalam negeri yang didominasi peternakan rakyat, sambung Hari, masih belum sampai pada tingkat tersebut. Ia mencontohkan perkembangan peternakan babi di Bali yang didominasi sistem semi tradisional dan semi modern.

Selain masalah kesiapan, Hari juga mempertanyakan manfaat perluasan ekspor bagi peternak rakyat. Ia khawatir perluasan akses pasar tersebut hanya dinikmati para pelaku usaha besar mengingat kelompok inilah yang memiliki kualifikasi untuk melakukan kegiatan pengiriman ke luar negeri.

"Yang saya khawatirkan justru bukan ekspor untuk keuntungan peternakan rakyat, tapi ekspor untuk pengusaha. Misalnya investor yang mengembangkan peternakan babi kemudian diekspor. Kalau begini, kontribusi terhadap masyarakat apa?" tanya Hari.

Melihat kondisi ini, Hari pun mengharapkan pemerintah dapat merangkul peternak rakyat jika rencana perluasan ekspor ini berjalan. Ia juga menanti adanya peremajaan genetika pada populasi babi dalam negeri mengingat tingkat inbreeding yang meningkat. Kondisi ini, kata Hari, berpengaruh pada kualitas genetika babi yang dikembangkan peternak.

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.