Pemerintah Beri Alokasi Khusus Impor Bibit Ayam Broiler

Jika diakumulasi dengan alokasi impor GPS 2019 untuk 14 perusahaan perbibitan yang berjumlah 707.000 ekor, maka total alokasi pemasukan induk ayam berjumlah 735.500 ekor.

Pemerintah pun memberikan 4% tambahan pemasukan di luar alokasi yang berfungsi sebagai jaminan kematian day old chicken (DOC) GPS dalam pengiriman dan garansi kesalahan identifikasi jenis kelamin Principle. Dengan demikian, total  pemasukan berpotensi mencapai 764.920 ekor.

"Secara bisnis dalam setiap pengiriman DOC GPS oleh Principle selalu ditambahkan 4%. 2% sebagai garansi kematian dalam perjalanan sampai 7 hari di negara tujuan dan garansi sexing error sebanyak 2%," kata Sugiono dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Kamis (21/11/2019).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyatakan pihaknya mengharapkan perusahaan swasta di sektor perunggasan dapat mulai melakukan investasi dalam budidaya induk ayam. Dengan demikian, dia menyatakan pelaku usaha dapat menjalankan usaha yang lebih efisien lantaran tak perlu melakukan impor.

“Kalau tidak impor kan bisa beli di situ [produksi dalam negeri]. Targetnya harga lebih murah karena tidak ada biaya pengiriman dari negara impor,” ujarnya.

Ketut belum bisa memperkirakan berapa kebutuhan investasi untuk pengembangan fasilitas produksi GPS. Namun, dia mengharapkan pada 2020 mendatang fasilitas produksi induk ayam ini dapat dimulai.

“Kami maunya 2020 [mulai] tapi kan harus uji lapangan. Apakah nanti hasilnya sesuai dengan dari tempat asalnya,” imbuh Ketut.

© 2018 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.