Indonesia Berpotensi Mengembanhkan Bisnis Integrasi Sawit Sapi

 

kebun sawit (sumber gambar: https://gimni.org/riau-data-13-juta-ha-kebun-sawit-swadaya/)

 

Menteri Pertanian, Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan bahwa integrasi sawit dan sapi mempunyai potensi yang sangat besar dan menyangkut kepentingan negara dan rakyat banyak.

Sawit saat ini telah menjadi salah satu kekuatan nasional, dan apabila dapat diintegrasikan dengan ternak sapi maka kekuatan itu akan semakin besar. Apabila dilihat, komoditas sawit semakin hari semakin berkembang dan nilai ekspornya naik 13,11%.
Menurutnya, jika integrasi ini dapat dijalankan maka produksi sapi yang dihasilkan dapat menjadi subtitusi impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Pada tahun 2021, pemeliharaan ternak sapi yang dikaitkan dengan sawit menjadi fokus penting yang harus dikembangkan,” tegas SYL.

Hal ini diperkuat oleh Muhammad Zainuddin, General Manager Agronomi PT Buana Karya Bakti. Dirinya mengaku bahwa produktivitas tandan buah segar (TBS) di lokasi integrasi sawit sapi meningkat rata-rata 4 persen apabila dibandingkan dengan area yang tidak diintegrasikan.

Selain itu integrasi ini juga dapat meningkatkan efisiensi biaya pada pemupukan dan penanggulangan gulma. Terkait dampak kepadatan tanah imbas dari aktivitas sapi yang sering dikhawatirkan oleh pekebun sawit, pihaknya telah melakukan pengamatan yang bekerja sama dengan IACCBP dan BPPT.

“Aktivitas tersebut menghasilkan data bahwa tanah yang diintegrasikan memang sedikit lebih padat, namun masih di bawah ambang batas maksimum yakni 300 Psi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyono menyampaikan bahwa lahan sawit di Indonesia seluas 16,38 juta hektare yang dapat dikembangkan untuk integrasi sawit sapi. Apabila dibagi dalam kepemilikannya, lahan sawit rakyat seluas 6,72 hektare.

Menurutnya, dari luas itulah integrasi tersebut dapat dikembangkan, meskipun yang milik multinasional menjadi peluang besar, dan sudah banyak lahan sawit multinasional yang telah melaksanakan integrasi ini.

“Saya menyarankan program ini untuk bisa diterapkan fokus kepada perkebunan sawit rakyat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit kita,” tegasnya.

Hal senada dijelaskan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, dalam materinya terkait Peluang Bisnis Pembiakan Sapi yang Terintegrasi dengan Kelapa Sawit.

Menurutnya sistem integrasi sapi sawit sangat lah efisien dan mempunyai biaya produksi yang paling rendah apabila dibandingkan denga sistem pemeliharaan lainnya.

Saat ini pemerintah sedang menjalankan program 1000 desa sapi yang salah satunya akan fokus pada kluster sawit. Selain itu, Pemda di beberapa wilayah sentra sawit telah mengeluarkan regulasi terkait dengan kewajiban perkebunan sawit untuk diintegrasikan dengan sapi.

“Kendala yang saya lihat dalam program ini hanyalah kemauan semata, alasan terkait kualitas tanah, biaya maupun kesehatan sudah dipatahkan secara ilmiah. Mungkin bisa didiskusikan, perlu adanya regulasi level presiden terkait kewajiban integrasi sapi sawit ini, terkhusus untuk yang mempunyai skala besar,” ucap Nasrullah.

Sementara itu dari persepsi akademisi, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan UGM menjelaskan bahwa integrasi sapi dalam perkebunan sawit memberi manfaat nyata dari aspek ekonomi dan lingkungan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Keberhasilan introduksi model integrasi ini tergantung pada intensitas dan keberlanjutan pendampingan langsung untuk memastikan transfer teknologi dapat diadopsi secara baik oleh pekebun atau peternak,” jelasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Dr. Rusman Heriawan, Tim Nasional Pelaksana Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 (RAN KSB).

Menurutnya pemeliharaan sapi pada lahan sawit bukan lah dasar bisnis dari pelaku usaha sawit, jadi manajemen SDM yang ada harus di perhatikan dengan baik.

“Integrasi sapi-sawit bukanlah sesuatu yang mudah namun juga tidak sulit apabila semua stakeholder mempunyai pemahaman, kepentingan dan komitmen bersama,” pungkasnya.

 

Sumber: https://poultryindonesia.com/indonesia-berpotensi-mengembanhkan-bisnis-integrasi-sawit-sapi/

© 2020 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.