Permintaan Telur Puyuh Tinggi, Suplai belum Mencukupi

Dalam webinar yang bertemakan “Indo Livestock Awrad Winner Experiences dan Pandemi COVID-19 sebagai Momentum Perbaikan Usaha Peternakan di Indonesia” tersebut, Slamet mengutarakan bahwa bisnis peternakan puyuh di Indonesia juga menyumbang nilai ekonomi yang besar karena dari 14,8 juta ekor puyuh yang ada saat ini, rata-rata per hari mampu menghasilkan telur sebanyak 10 juta butir.

“Kalau kita kalkulasi, dari 10 juta butir per hari itu mampu menghasilkan 3 miliar rupiah per harinya, dari angka tersebut, 2,1 miliarnya dibelanjakan untuk pakan puyuh, sisanya 900 juta adalah penghasilan para peternak se -Indonesia,” pungkasnya.

Masih menurut Slamet Wuryadi, sebagai informasi bahwa untuk saat ini ada 1.300 peternak puyuh petelur yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, rata-rata peternak puyuh di Indonesia mendapatkan penghasilan harian sebesar 400-500 ribu rupiah.

“Selama 1,5 tahun, puyuh akan terus berproduksi sehingga beternak puyuh mampu menjadi solusi mengentaskan kemiskinan karena mampu memeberikan penghasilan harian,” ujar pemilik CV Slamet Quail Farm dan penerima Indo Livestock Award Tahun 2014 ini.

 

Sumber: https://www.poultryindonesia.com/permintaan-telur-puyuh-tinggi-suplai-belum-mencukupi

© 2020 Indo Livestock Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama. All Rights Reserved.